PFA Kecam Penangkapan Dua Pemain Timnas Putri Palestina oleh Israel
olahraga

PFA Kecam Penangkapan Dua Pemain Timnas Putri Palestina oleh Israel

CNN Indonesia15 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyatakan kecaman keras atas penangkapan dua pemain timnas putri Palestina, Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah, oleh otoritas Israel pada Selasa (2/6). Dalam pernyataan resminya, PFA menyebut kedua pemain tersebut merupakan pesepak bola putri yang telah mewakili Palestina di level junior maupun senior.

PFA menilai penangkapan tersebut bukan insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap atlet Palestina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. "Penangkapan mereka bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap atlet Palestina yang telah didokumentasikan dengan baik, yang terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban," tulis PFA.

PFA juga menegaskan bahwa berbagai pembatasan yang dialami atlet Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, statuta FIFA, serta prinsip-prinsip dalam Piagam Olimpiade. Menurut PFA, pemain Palestina kerap menghadapi hambatan dalam kebebasan bergerak, keamanan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

"Apa yang dialami para pemain sepak bola Palestina bukanlah 'kekhawatiran', melainkan pelanggaran dan penyimpangan nyata terhadap hukum internasional, statuta FIFA, dan prinsip-prinsip dasar Piagam Olimpiade. Para pemain Palestina secara rutin ditolak kebebasan bergerak, keamanan, dan hak dasar untuk berpartisipasi dalam olahraga dengan kondisi yang sama, hak-hak yang secara eksplisit dijamin FIFA kepada semua pemain di seluruh dunia tanpa diskriminasi," tulis PFA.

PFA juga mengkritik sikap komunitas sepak bola internasional yang dinilai belum mengambil langkah konkret terkait berbagai laporan pelanggaran yang selama ini disampaikan melalui jalur resmi. "Keheningan dan ketidakpedulian yang terus berlanjut dari komunitas sepak bola internasional tidak hanya mencerminkan standar ganda, tetapi juga memungkinkan praktik-praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa hukuman," tulis PFA.