Negosiasi AS-Iran Masih Mentok di Poin Uranium Teheran
Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk menyetop perang masih berlangsung dengan lambat. Hal ini terutama terkait pembahasan uranium yang diperkaya. Kedua belah pihak belum dapat mencapai kesepakatan tentang Uranium Teheran yang diperkaya, salah satu dari tiga poin utama negosiasi.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa perundingan dengan Iran masih mentok di tiga poin itu, terutama terkait uranium. "Saya pikir sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dibahas dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini," kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.
Rubio juga menegaskan kembali pernyataannya bahwa perang di Iran telah berakhir, meski kemudian Iran menyerang bandara Kuwait dan menewaskan satu orang serta melukai 63 orang pada Rabu. "Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury telah berakhir," kata Rubio kepada panel tersebut, menegaskan bahwa AS telah meraih kemenangan.
Iran sendiri belum menyatakan setuju menyerahkan uranium mereka ke AS jika Washington belum memenuhi syarat Teheran untuk mencairkan aset sebesar US$12 miliar yang dibekukan AS. Iran juga menolak pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran pada akhirnya akan dihancurkan.
Dampak perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah melanda seluruh Timur Tengah. Negara-negara teluk ikut menderita karena Iran menargetkan sekutu AS di kawasan tersebut dan secara efektif memblokir jalur pengiriman minyak vital Selat Hormuz.