Militer AS Klaim Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Sekitar Selat Hormuz
politik

Militer AS Klaim Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Sekitar Selat Hormuz

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views

Internasional

Timur Tengah

Militer AS Klaim Tembak Jatuh 2 Drone Iran di Sekitar Selat Hormuz

CNN Indonesia

Minggu, 07 Jun 2026 20:00 WIB

Bagikan:

url telah tercopy

Pemandangan Selat Hormuz yang termasuk wilayah teritorial Iran. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNN Indonesia

--

Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan militer AS kembali menembak jatuh dua pesawat tanpa awak (drone) jenis penyerang milik

Iran

di sekitar Selat Hormuz.

Langkah ini diambil setelah drone-drone tersebut dinilai memberikan ancaman langsung terhadap jalur pelayaran maritim internasional di kawasan strategis tersebut.

Insiden itu terjadi hanya berselang satu hari setelah militer AS melumpuhkan empat drone penyerang Iran lainnya di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan AS di Timur Tengah menembak jatuh dua drone penyerang satu arah milik Iran yang mengancam lalu lintas maritim internasional di Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi CENTCOM melalui unggahan di platform X, melansir

Euronews

.

Pihak CENTCOM juga menegaskan bahwa armada militer mereka tetap bersiap penuh untuk mengantisipasi dan mempertahankan diri dari segala bentuk agresi lanjutan Iran.

Pilihan Redaksi

Iran Tolak Temui Trump Meski Ngaku-ngaku Punya Hubungan Baik

Trump Klaim Persediaan Rudal Iran Sisa 22 Persen

AS Incar Aset Iran untuk Biayai Pemulihan Negara Sekutu di Teluk

Aksi saling serang di kawasan Teluk ini terus menunjukkan tren eskalasi yang mengkhawatirkan. Pemerintah Bahrain melaporkan bahwa sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan oleh Iran menuju wilayah Bahrain serta Kuwait juga berhasil dicegat pada Sabtu (6/6) pagi waktu setempat.

Otoritas Bahrain pun mendesak Teheran untuk segera menghentikan serangan provokatif terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.

Di sisi lain, Pemerintah Iran berdalih bahwa serangan rudal dan drone mereka memang sengaja membidik basis-basis militer milik Amerika Serikat yang berada di Bahrain dan Kuwait.

Langkah defensif tersebut diklaim Iran sebagai aksi balasan langsung atas serangan udara militer Amerika Serikat sebelumnya yang menyasar fasilitas pengawasan laut Iran di Pulau Qeshm dan wilayah dekat Sirik.

Teheran bersikeras bahwa fasilitas pengawasan mereka yang dihancurkan AS sebenarnya berfungsi untuk melindungi perbatasan dan menjamin keamanan navigasi internasional.

[Gambas:Twitter]

Atas dasar itu, Iran menuding balik serangan udara Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ada.

Kontak senjata dan ketegangan geopolitik yang kembali memanas di perairan Timur Tengah ini terjadi justru di tengah upaya intensif pemerintahan Donald Trump yang tengah mendorong kesepakatan diplomatik baru guna mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

(wiw)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video CNN]

Bagikan:

url telah tercopy