Menhan Sjafrie Sebut Diksi "Deep State" sebagai Musuh dalam Selimut
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa istilah "deep state" bukanlah hal baru di negara lain, tetapi perlu dilihat dengan hati-hati dalam konteks Indonesia. Menurutnya, "deep state" seringkali digunakan sebagai label untuk menggambarkan kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan yang beroperasi di balik layar.
Menhan Sjafrie menambahkan bahwa konsep "deep state" bukanlah sesuatu yang baru dan tidak dikenal. Di beberapa negara, istilah ini digunakan untuk menggambarkan adanya kekuasaan yang mempengaruhi pemerintahan secara diam-diam. Namun, dalam konteks Indonesia, perlu diwaspadai kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan yang beroperasi di balik layar.
Menurut Menhan Sjafrie, penting untuk memahami bahwa "deep state" bukanlah sesuatu yang dapat dibayangkan secara bebas. Istilah ini perlu dilihat dalam konteks sejarah dan kondisi sosial-politis suatu negara. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami makna dan implikasi dari konsep "deep state" di Indonesia.
Dalam sambungannya, Menhan Sjafrie menyatakan bahwa pemerintahan RI sangat peduli dengan kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan yang beroperasi di balik layar. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis dan evaluasi untuk memahami potensi risiko dan dampak dari konsep "deep state" di Indonesia.
Mengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan kemungkinan adanya kekuatan-kekuatan yang beroperasi di balik layar, pemerintahan RI sangat menyambut baik usulan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang konsep "deep state".