Menghadapi Bos Toxic Tanpa Harus Resign di Masa Sulit Ekonomi
Saat sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi, pekerjaan apa pun yang sudah dimiliki menjadi berharga dan sulit ditinggalkan. Soalnya, kini makin sulit menemukan pekerjaan baru di luar sana, sedangkan kita tetap membutuhkan gaji bulanan untuk bertahan hidup. Tentu situasinya jadi makin sulit jika Anda harus berurusan dengan bos toksik di tempat kerjamu yang sekarang.
Ada banyak perilaku bos toksik yang bisa bikin kita demotivasi kerja. Mulai dari memberikan tuntutan pekerjaan tak masuk akal hingga mencuri ide bawahan. Mengundurkan diri bisa jadi solusi tercepat. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Jika tidak memungkinkan untuk resign, berikut ini ada beberapa cara menghadapi bos toxic ketimbang Anda menderita dalam diam.
Pertama, cari sekutu di internal kantor. Mengisolasi diri bisa jadi salah satu cara efektif. Namun lama-kelamaan Anda bisa stres jika tidak punya teman di kantor. Tips dari laman Forbes adalah cobalah untuk meningkatkan visibilitas diri di kantor. Tunjukkan kinerjamu kepada banyak orang. Makin banyak orang yang memahami kinerjamu, makin besar pula peluang untuk menemukan sekutu di tingkat yang lebih tinggi.
Kedua, buat batasan. Kita tentunya tidak bisa mengendalikan sikap bos, tetapi setidaknya Anda bisa mengontrol bagaimana meresponsnya. Misalnya, jika perintah bos sering membuat Anda kerja lembur, tegaskan kembali bahwa Anda tidak bisa bekerja sampai larut malam. Seiring waktu, Anda mungkin akan mengalami penolakan dari bos mengenai batasanmu. Namun jika itu terjadi, tegaskan batasanmu dengan tenang, jangan cepat menyerah.
Ketiga, diskusi empat mata. Kamu tidak akan tahu di mana letak kesalahanmu jika tidak ada evaluasi. Hal yang sama juga berlaku untuk bos. Jadi, beranikan diri untuk melakukan diskusi empat mata dengan Si Bos. Sampaikan dengan tenang dan sopan tentang perilaku atau etos kerjanya yang tidak bisa Anda ikuti. Siapa tau, masukan darimu diterima dengan baik oleh bos. Namun jika tidak, bersiaplah untuk membela diri, menetapkan batasan, dan menghadapi situasi sulit tersebut.
Dengan demikian, Anda dapat menghadapi bos toxic tanpa harus resign di masa sulit ekonomi.