Mengenal Si Tole, Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1,6 Ton di Nganjuk yang Punya Sifat Manja - Kompas.com
politik

Mengenal Si Tole, Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1,6 Ton di Nganjuk yang Punya Sifat Manja - Kompas.com

Google News26 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Presiden Prabowo salurkan sapi kurban seberat 1,6 ton ke Nganjuk.

Presiden Joko Widodo melalui Bupati Nganjuk, Drs. H. Ahmad Asrun, M.Si mengakui bahwa Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto telah menyumbangkan sapi kurban sebanyak 1 ekor dengan berat seberat 1,6 ton untuk pelaksanaan ibadah korban di Nganjuk.

Sapi tersebut diketahui memiliki sifat manja dan makanannya harus diberikan secara teratur.

Presiden Joko Widodo melalui Bupati Nganjuk, Drs. H. Ahmad Asrun, M.Si mengakui bahwa Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto telah menyumbangkan sapi kurban sebanyak 1 ekor dengan berat seberat 1,6 ton untuk pelaksanaan ibadah korban di Nganjuk.

Mengutip Kemenag Provinsi Jawa Timur, Presiden Prabowo juga melalui Bupati Nganjuk membawakan sapi kurban sebanyak 4 ekor dengan bobot rata-rata 1 ton dan 16 ekor dengan bobot masing-masing 50 kg untuk dilaksanakan korban di wilayah Nganjuk.

Dikutip dari berbagai sumber, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa sapi kurban yang disumbangkan oleh Prabowo Subianto memiliki sifat manja. Bisa diketahui secara langsung segera setelah sapi tersebut dibawa ke tempat pelaksanaan ibadah korban.

Bupati Nganjuk, Drs. H. Ahmad Asrun, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang telah menyumbangkan sapi kurban untuk dilaksanakan korban di wilayah Nganjuk dan menambah jumlah sapi kurban yang ada saat ini.

Dalam kesempatan itu Bupati Nganjuk mengatakan bahwa pemerintah daerah Nganjuk berharap agar pelaksanaan ibadah korban dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan sehingga warga dapat menunaikan ibadah korban dengan tenang dan nyaman.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Nganjuk juga mengucapkan selamat kepada Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto yang telah menyumbangkan sapi kurban untuk dilaksanakan korban di wilayah Nganjuk.