Mengapa Anak Malas Belajar di Rumah? 7 Penyebab yang Perlu Orang Tua Ketahui
Orang tua kerap dibuat naik darah karena anak ogah-ogahan belajar atau mengerjakan PR. Sebelum meluapkan kemarahan ke anak, sebaiknya pahami dulu kenapa mereka malas belajar di rumah. Adegan menyuruh anak belajar dan mengerjakan PR mungkin terjadi di hampir semua rumah tangga.
Namun apa yang terjadi? Anak kerap abai dan memilih bermain gim atau chatting dengan teman-temannya. Orang tua serta merta memberikan cap "malas" pada anak. Padahal, ada beberapa faktor kenapa anak enggan belajar di rumah.
Menurut Neal Rojas, profesor pediatri yang mempelajari masalah atensi, menyuruh anak belajar seringkali adalah masalah salience atau proses kompleks yang dilalui otak untuk menentukan apa yang harus mendapatkan dan mempertahankan perhatian kita. "Jika saya memberitahu anak-anak saya dengan membelakangi mereka saat mencuci piring setelah makan malam, 'Oke, saatnya mengakhiri permainan itu', tapi saya tidak melibatkan mereka dan memperhatikan respons mereka dalam situasi seperti ini, saya sama saja berbicara dengan kucing," ujar Rojas.
Keluarga kekurangan waktu dan tidak terlibat dalam pola harian terstruktur dan berulang. Upaya untuk mendapatkan dan mempertahankan perhatian anak semakin terhambat akibat orang tua dan anak yang sibuk. Maggie Jackson, penulis buku "Distracted", berkata orang tua melakukan banyak hal sekaligus sehingga tanpa sengaja mengatakan pada anak mereka "Kamu adalah yang kedua".
"Sementara itu, kita telah mendidik anak-anak kita untuk hadir setengah-setengah, hadir dengan cara yang dangkal. Perhatian penuh yang terfokus pada orang lain adalah hal yang langka di dunia mereka," imbuhnya.
Selain itu, ada beberapa penyebab lain kenapa anak malas belajar di rumah, seperti materi pelajaran yang terlalu sulit, kelelahan dengan beban sekolah, ekstrakurikuler, dan lembaga lainnya. Anak mungkin merasa materi pelajaran terlalu sulit sehingga membuatnya malas belajar. Hal ini bisa saja karena anak tidak memiliki bakat alami di bidang tertentu, ada kesenjangan pengetahuan, atau butuh lebih banyak waktu untuk menyerap materi pelajaran.
Kemudian ia bisa saja malas karena kegagalan berulang di suatu pelajaran sehingga muncul asosiasi negatif dengan pelajaran tersebut.