Kepribadian Ternyata Ada di Balik Orang yang Suka Ghosting!
teknologi

Kepribadian Ternyata Ada di Balik Orang yang Suka Ghosting!

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Ghosting telah menjadi fenomena yang sering diperbincangkan dalam dunia percintaan. Menurut penelitian, 25 persen orang dewasa mengaku pernah menjadi korban ghosting oleh pasangan romantisnya masing-masing. Di balik perilaku ini ada beberapa kepribadian yang tersembunyi.

Ghosting merupakan tindakan menghilang secara tiba-tiba dari kehidupan orang lain tanpa penjelasan. Fenomena ini telah menjadi istilah anyar dan sering diperbincangkan dalam dunia percintaan. Penelitian pernah menemukan bahwa 25 persen orang dewasa mengaku pernah menjadi korban ghosting oleh pasangan romantisnya masing-masing.

Menurut psikolog Susan Albers, penamaan istilah 'ghosting' menyiratkan bahwa perilaku ini menjadi cara normal untuk mengakhiri hubungan yang sudah tak lagi Anda minati. Pilihan Redaksi viral 'Boring Uncle Theory', Kencan Antibaper dan Tak Buang Waktu juga sering membahas tentang fenomena ghosting.

Berikut beberapa kepribadian orang yang suka ghosting:

1. Orang yang tidak bisa menangani konflik. Menurut Albers, alasan utama banyak orang menghilang tanpa kabar adalah untuk menghindari konflik. Mereka kemungkinan besar tumbuh dalam keluarga di mana konflik dan pertengkaran adalah hal tabu.

2. Orang yang pasif agresif. Orang yang menghilang begitu saja cenderung pasif agresif, mereka cenderung lari dari tanggung jawab yang membuat mereka tidak nyaman.

3. Orang yang egois. Pada dasarnya, ghosting adalah tentang mengutamakan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Pelaku biasanya memilih kenyamanan emosional sendiri alih-alih bicara jujur.

4. Orang dengan empati rendah. Pelaku ghosting tak akan merasakan dampak dari apa yang mereka lakukan. Atau, lebih parahnya lagi, mereka tidak peduli.

5. Orang yang ragu-ragu dan impulsif. Beberapa orang melakukan ghosting karena keputusannya bisa diambil dalam waktu singkat dan menghilangkan stres.