Kemlu RI Pastikan Belum Ada WNI Terdampak Gempa di Filipina
Gempa bumi dengan magnitudo 7,8 skala Richter mengguncang Filipina selatan pada Senin (8/6) pagi. Menurut Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah, Kemlu dan Konsul Jenderal RI di Davao terus memantau situasi usai gempa itu.
"Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI/PMI (Warga Negara Indonesia/Penduduk Mancanegara) terdampak dalam gempa tersebut," kata Heni dalam pernyataan resmi. Ia juga mengimbau seluruh WNI untuk memantau perkembangan situasi lebih lanjut.
Kemlu RI juga melalui Perwakilan RI di Sabah, Malaysia, yang terus memantau perkembangan kasus tersebut sejalan dengan himbauan yang dikeluarkan Pemerintah Sabah. Gempa ini berada di episentrum sekitar 13 km barat daya General Santos City, Sarangani, Mindanao Selatan.
Imbas bencana tersebut, tiga orang tewas dan otoritas berwenang mengeluarkan peringatan tsunami. Tsunami juga terjadi di beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia, Jepang, Taiwan, hingga Papua Nugini. Mayor Polisi Roland Catoburan mengatakan dua orang tewas tertimpa tembok yang runtuh di Alabel, Kota General Santos.
Kantor berita AFP melaporkan bahwa Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos secara terpisah mengonfirmasi satu lagi laporan kematian dan empat orang terluka. Banyak bangunan yang terdampak, tetapi sekarang tidak bisa menyebutkan karena mereka sedang sibuk dengan operasi penyelamatan," kata Dagon.
Dalam video yang beredar di media sosial tampak pusat perbelanjaan di Kota General Santos hancur menjadi puing-puing, gedung sekolah juga tampak ambruk. Otoritas Filipina mendesak warga yang tinggal di wilayah terdampak untuk pindah ke tempat lebih tinggi dan yang lebih aman.
Setelah gempa pertama, Survei Geologi Amerika Serikat mencatat serangkaian gempa susulan juga terjadi, gempa terbesar dengan magnitudo 6,5.