Iran Beri Hak Istimewa China-Rusia di Selat Hormuz
Pemerintah Iran mengeluarkan dekrit yang memberikan hak istimewa kepada Rusia dan Cina untuk melalui Selat Hormuz tanpa harus melewati zona larangan militer. Hak istimewa ini berdasarkan keputusan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Dekrit ini efektif mulai 29 Februari.
Dengan dekrit baru tersebut, kapal-kapal Rusia dan Cina dapat melewati Selat Hormuz tanpa harus mengikuti aturan yang berlaku bagi negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa Iran memperlakukan kedua negara tersebut dengan istimewa dibandingkan dengan negara-negara lain.
Keputusan ini diambil pada saat ketegangan antar Amerika Serikat dan Iran meningkat terkait perang terhadap Iran yang diancam oleh Presiden Donald Trump. Kedutaan Besar AS di Tehran telah menutup sejak akhir 2011 karena penyerangan pada kedutaan AS oleh para demonstran. Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa keputusan untuk tutup kedutaan AS "tidak akan memengaruhi hubungan diplomatik antara kedua negara".
Iran mulai melintasi Selat Hormuz pada 3 Oktober 2018, setelah perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, Iran tidak memiliki hak istimewa untuk melewati selat ini dan harus mengikuti aturan yang berlaku bagi negara lain.