Iran-AS Kembali Saling Serang, Kuwait Jadi Target Terakhir
Serangan udara terbaru ini merupakan salah satu dari beberapa insiden yang melibatkan AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin lalu, sejumlah rudal dan drone meluncur ke Kuwait namun berhasil ditembak jatuh. Kementerian Luar Negeri Kuwait saat itu menyatakan Iran "bertanggung jawab penuh atas serangan keji" tersebut.
Pada Rabu (3/6), militer Kuwait melaporkan sejumlah drone mengarah ke wilayah mereka namun berhasil ditangkis oleh pertahanan udara. "Suara ledakan yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," demikian pernyataan militer di X, Rabu (3/6).
AS dan Iran sedang dalam perundingan damai usai gencatan senjata pada 8 April lalu. Namun, pembicaraan kedua negara hingga kini belum mencapai mufakat. Pada Senin, Iran mengancam akan menangguhkan pembicaraan lantaran Israel masih terus menyerang kelompok milisi Hizbullah sekutunya di Lebanon selatan.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga memperingatkan perang bisa kembali meletus jika Israel tidak segera menghentikan operasinya. Pada Selasa (2/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan beberapa rudal balistik ke negara-negara Timur Tengah. Kendati demikian, seluruhnya berhasil diintersepsi.
"Dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait meleset atau hancur di tengah jalan, dan tiga rudal yang diluncurkan ke Bahrain langsung dicegat oleh pasukan pertahanan udara AS dan Bahrain," demikian pernyataan CENTCOM.