Harga Mobil Baru Bakal Naik Imbas Rupiah Lemah, Saatnya Beli Sekarang?
Jaringan dealer terbesar Toyota di Indonesia, Auto2000, mengakui nilai rupiah yang terus merosot berpotensi mengerek harga jual produk otomotif, suku cadang hingga mobil baru. Meski demikian, pihaknya belum melakukan penyesuaian harga hingga saat ini.
Per hari ini, Jumat (5/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga tembus Rp18 ribuan, yang merupakan titik terendah sepanjang sejarah. US$1 menguat sekitar 17,5 persen terhadap rupiah sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik pada Oktober 2024.
"Jadi pricing kami itu menyesuaikan lagi dengan lapangan dan market," kata CEO Auto2000 Anton Jimmy di dealer Auto2000 GR Garage PIK, Kamis (4/6). Pihaknya tak hanya berupaya menahan harga berdasarkan nilai tukar, melainkan juga dari efek kondisi geopolitik hingga naiknya harga plastik dalam beberapa waktu terakhir.
Anton mengimbau masyarakat yang telah memiliki rencana membeli mobil agar memanfaatut kondisi harga yang masih bisa dipertahankan. Menurut dia, harga mobil baru belum sepenuhnya mengalami penyesuaian saat kurs dolar AS terus menguat. "Imbauan kami mumpung harga penyesuaian belum maksimal, jadi ini kesempatannya baik kalau mau beli mobil beli sekarang," kata Anton.
Ia tak bisa memperkirakan sampai kapan Auto2000 mampu menahan harga jual di tengah tekanan dolar. Ia hanya memastikan pelemahan rupiah cepat atau lambat pasti akan berdampak kepada kenaikan harga produk otomotif. "Karena kalau dolar naik, historinya harga mobil akan naik, ya sekarang mumpung harga mobil belum naik, harga suku cadang belum naik ini kesempatan yang baik minimal di bulan ini. Untuk servis atau beli mobil. Saya rasa ini waktu yang tepat," kata Anton.