Harga Kambing Kurban di Gaza Meledak Capai Rp106 Juta per Ekor
ekonomi

Harga Kambing Kurban di Gaza Meledak Capai Rp106 Juta per Ekor

CNN Indonesia28 Mei 2026👁 4 views🤖 AI Rewritten

Harga hewan kurban di Jalur Gaza meroket hingga US$6.000 atau Rp106 juta per ekor menjelang Iduladha 2026 karena perang dengan Israel. Mayoritas warga terpaksa melewatkan ritual kurban akibat kelangkaan ternak dan hancurnya 90 persen peternakan.

Harga hewan kurban di Jalur Gaza dilaporkan meroket tajam hingga US$6.000 atau setara Rp106 juta per ekor menjelang perayaan Iduladha 2026. Lonjakan harga ini terjadi akibat perang dengan Israel yang menyebabkan kelangkaan ternak parah. Kondisi tersebut memaksa mayoritas warga Gaza melewati hari raya tanpa bisa melakukan ritual penyembelihan kurban sama sekali. Dampaknya dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga yang biasanya rutin berkurban setiap tahun.

Emad Suhweil (43), seorang ayah lima anak yang mengungsi dari Beit Lahiya, Gaza Utara, mengungkapkan bahwa Iduladha tahun ini kehilangan makna sejatinya. Ia mengenang tradisi berbagi hewan kurban yang biasa dilakukan setiap tahun kini terhenti total karena tidak ada hewan ternak di pasar. "Setiap tahun kami biasa berkurban, kami akan menyembelih, berbahagia, makan bersama dan membagikan kepada masyarakat miskin," kenang Suhweil. Perbandingan harga pun sangat timpang, di mana sebelum perang seekor domba dijual 400-500 dinar Yordania atau sekitar 2.000 shekel.

Kini saat perang berkecamuk, harga hewan kurban meledak hingga 16.000-17.000 shekel atau US$4.000-US$4.700 untuk bobot 50 kilogram, bahkan ada yang menembus US$6.000. "Saat ini, orang bahkan tidak memikirkan kurban, mereka bahkan tidak mampu membeli dua kilo sayuran," ungkap Suhweil. Melonjaknya harga merupakan imbas langsung dari hancurnya sektor peternakan di Palestina, di mana lebih dari 90 persen peternakan di Gaza telah hancur atau rusak akibat serangan militer Israel.

Blokade ketat terhadap pakan ternak serta larangan masuknya hewan hidup dari luar wilayah membuat pasokan lumpuh total. Fawzi Hamdan (63) juga merasakan kekecewaan mendalam karena tabungan bertahun-tahun untuk ibadah Haji bersama istrinya hangus akibat pengepungan total. "Kami terkepung, kami tidak bisa keluar atau masuk, tidak bisa menunaikan ibadah Haji, tidak bisa mendapatkan perawatan, tidak bisa melakukan apa pun secara normal," ujar ayah tujuh anak tersebut. Sebagian besar warga Gaza kini hanya bertahan hidup dengan mengantre bantuan pangan pokok.