Guru dan Pensiunan Hakim Demo Besar-besaran di Meksiko Tuntut Kesejahteraan
Para guru dan pensiunan hakim menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan mereka. Aksi itu digelar berselang sepekan sebelum pembukaan Piala Dunia 2026 dimulai di ibu kota Meksiko, Mexico City.
Mereka menutup sejumlah jalan dan mengganggu pekerjaan konstruksi sehingga menyebabkan kekacauan di ibu kota. Para demonstran itu menyampaikan bahwa protes mereka yang tidak terkait dengan Piala Dunia tersebut bisa meluas kecuali pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum menanggapi tuntutan mereka.
Para guru yang tergabung dalam serikat CNTE, menuntut kenaikan gaji dan pencabutan undang-undang pensiun. Mereka mengancam akan melakukan protes selama Piala Dunia kecuali solusi tercapai. Mereka menuntut pemerintah memenuhi janji kampanye untuk mencabut undang-undang tahun 2007 yang mereformasi sistem pensiun dan jaminan sosial bagi pekerja sektor publik, serta kenaikan gaji.
"Pemerintah saat ini membuat komitmen kampanye, baik pemerintah (mantan Presiden) Andres Manuel Lopez Obrador maupun Presiden Sheinbaum, mereka mengatakan bahwa mereka memiliki komitmen kepada para guru untuk membatalkan reformasi itu, tetapi itu tidak pernah terjadi," kata Rodrigo Arias, seorang guru sekolah dari negara bagian selatan Oaxaca dengan 40 tahun pengalaman mengajar di kelas.
"Ada pengabaian. Ada kebijakan mengatur tenggat waktu, membuat komitmen yang tidak pernah benar-benar ditepati. Kami akan terus melakukan mobilisasi sampai suara kami didengar bahkan dengan Piala Dunia di depan mata," tambah Arias, di luar Kementerian Dalam Negeri, tempat CNTE mengadakan protes sementara para pemimpinnya bertemu dengan pihak berwenang dengan harapan mencapai kesepakatan.
Aksi protes terkonsentrasi di Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua jalan raya tersibuk dan paling ikonik di ibu kota. Di tempat lain di ibu kota, para guru juga memblokir jalan, menyebabkan kemacetan lalu lintas dan membuat para pengguna jalan frustrasi.
Aksi protes tersebut telah memicu kemarahan dan ketakutan di kalangan pemilik bisnis di dan sekitar pusat kota bersejarah Meksiko yang berharap mendapatkan dorongan ekonomi dari Piala Dunia. "Semua bisnis di sekitar alun-alun utama mengatakan bahwa acara ini akan berjalan dengan baik, banyak orang, banyak turis, akan datang," kata Gerardo López Becerra, kepala kelompok bisnis Concomercio.
"Tetapi dengan adanya tenda-tenda yang didirikan di berbagai bagian pusat kota bersejarah, hal ini berdampak pada banyak bisnis," dikuatkan oleh López Becerra.