Grab Bantah Isu Keluar dari RI: Tidak Benar
teknologi

Grab Bantah Isu Keluar dari RI: Tidak Benar

CNN Indonesia1 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Rumor mengenai rencana Grab meninggalkan Indonesia ternyata tidak benar. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bahwa informasi mengenai rencana perusahaan ini meninggalkan Tanah Air merupakan isu yang tidak berdasar. Indonesia merupakan salah satu ekosistem penting bagi perusahaan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade di dalam negeri.

Menurut Neneng, Indonesia memiliki peran strategis bagi Grab. Karena itu, perusahaan ini berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia. "Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia," katanya.

Grab menyebut bahwa selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan ini telah menjadi bagian dari aktivitas harian jutaan masyarakat. Kontribusi tersebut antara lain tercermin dari perannya di industri ride-hailing dan layanan pengantaran online. Perusahaan mengklaim berkontribusi terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan pengantaran online di Indonesia.

Perusahaan juga telah mendukung terciptanya 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, Grab mengaku telah menggulirkan program Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi. Ke depan, perusahaan memastikan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra pengemudi, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.