Gerindra Jawab Kritik Kunjungan Prabowo ke Prancis dan 1.098 Sapi Kurban
Gerindra memberikan tanggapan atas kritik mengenai perjalanan Presiden Prabowo ke Prancis saat Iduladha serta program 1.098 sapi kurban. Kunjungan tersebut dilakukan karena undangan Macron dan diiringi peningkatan jumlah hewan kurban pada 2026.
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama diaspora Indonesia di Paris, Prancis. Kunjungan ini terjadi setelah Prabowo dua kali diundang oleh Presiden Macron. Gerindra kemudian merespons berbagai kritik yang muncul terkait perjalanan tersebut serta program 1.098 sapi kurban yang dilaksanakan.
Menteri Luar Negeri menjelaskan bahwa kunjungan Prabowo ke Paris dilatarbelakangi undangan resmi dari Prancis. Program kurban 1.098 sapi ini menjadi sorotan karena jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Perayaan Iduladha Presiden pada 2025 dan 2026 menunjukkan perbedaan signifikan dalam skala pengorbanan hewan.
Kritik terhadap kunjungan ke Prancis dan program kurban ini dijawab langsung oleh partai Gerindra. Jumlah hewan kurban yang lebih besar pada tahun ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam kegiatan sosial. Para pengamat juga membahas harga tunggangan yang digunakan Prabowo selama berada di Paris.
Perayaan Iduladha di dua tahun tersebut memperlihatkan peningkatan jumlah sapi yang dikurbankan secara keseluruhan. Gerindra menegaskan bahwa semua kegiatan tersebut sudah sesuai prosedur dan undangan resmi. Program 1.098 sapi kurban menjadi bagian penting dari agenda Presiden Prabowo di tengah berbagai respons publik.