Gempa Bumi Filipina Menghancurkan Rumah Ibadah dan Sekolah di Sangihe
Gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Filipina Senin pagi telah menyebabkan kerusakan parah di Desa Kawio, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menurut Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan, gempa bumi tersebut membuat rumah-rumah dan bangunan lainnya hancur.
"Guncangan pelan dulu baru kuat, baru kayak getarannya ada turun-naik, dia goyang kanan-kiri, tiba-tiba turun naik. Itulah yang menyebabkan rumah-rumah ataupun bangunan, rumah ibadah, sekolah itu mengalami kehancuran," ujar Risto Mandiangan.
Desa Kawio dihuni oleh 178 Kepala Keluarga (KK) dengan 480 jiwa. Mayoritas penduduk adalah nelayan yang kini sedang berkumpul di area terbuka karena gempa susulan masih terjadi. Risto berharap ada bantuan segera dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memulihkan kerusakan tersebut.
"Baru dari Kabupaten mereka minta data. Yang jadi persoalan jangan data dulu. Saya sudah kirim foto-foto di grup Pemerintah Kabupaten, saya sudah posting di Facebook di grup pembangunan Sangihe. Artinya, bagaimana langkah-langkah penanganan untuk segera, karena minta maaf, sampai dengan saat ini masyarakat masih trauma, mereka ada di ruang terbuka, mereka belum masak apa pun," ucap Risto.
Risto juga mengatakan bahwa seluruh penduduk Desa Kawio telah menggunakan WiFi Starlink untuk mengakses informasi dan berhubungan dengan luar karena semua perangkat listrik mati.