Erin Kirim Surat Protes ke DPR Soal Isu dengan Eks ART
teknologi

Erin Kirim Surat Protes ke DPR Soal Isu dengan Eks ART

CNN Indonesia15 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Erin memutuskan melayangkan surat protes resmi ke DPR RI menyusul langkah Komisi III yang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perselisihannya dengan mantan Asisten Rumah Tangga (ART). Langkah itu diambil lantaran Erin menilai lembaga legislatif telah bertindak sepihak dan tidak objektif dalam menyikapi persoalan hukum yang sedang berjalan. Erin merasa bahwa DPR RI telah memberikan kesempatan kepada satu pihak untuk berbicara, sementara klien mereka sebagai warga negara tidak diundang dan tidak diberi kesempatan untuk klarifikasi.

Kuasa hukum baru Erin, Misyal B. Achmad, mengungkapkan alasan utama pengiriman surat tersebut adalah kegagalan DPR dalam memberikan hak bicara yang setara bagi kliennya selaku warga negara. "Yang terjadi kemarin Rapat Dengar Pendapat, kami juga sangat menyayangkan klien kami tidak diundang di sana," kata Misyal seperti diberitakan detikcom, Rabu (3/6). "DPR boleh mendengar, tapi ketika dia berpendapat harus mendengar kedua belah pihak. Tidak bisa hanya satu pihak."

Faktor lain yang memicu protes keras pihak Erin adalah pernyataan terbuka dari sejumlah anggota Komisi III DPR RI yang dinilai telah melampaui batas kewenangan mereka. Pihak Erin merasa janggal atas jaminan yang dilontarkan anggota dewan bahwa laporan kasus pencemaran nama baik yang diajukan oleh Erin di kepolisian dipastikan akan mandek. "Seperti statement dari DPR RI Komisi 3 khususnya yang menyatakan bahwa laporan Ibu Erin tidak dapat dijalankan, dipastikan, dan dijamin. Bagaimana dia bisa menjamin? Gitu lho," tegas Misyal.

Lebih lanjut, Misyal mengkhawatirkan opini sepihak yang dilemparkan DPR ke ruang publik secara tidak langsung akan mengintervensi dan memengaruhi independensi para penyidik kepolisian. Narasi yang berkembang di parlemen dianggap telah menyudutkan posisi Erin, sehingga berdampak buruk pada nama baik serta kondisi psikisnya.

Dalam surat keberatan tersebut, tim kuasa hukum mendesak DPR RI untuk bersikap adil dengan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap pihak mereka. Erin siap memaparkan seluruh rangkaian bukti tandingan, termasuk rekaman CCTV yang diklaim dapat mematahkan tuduhan yang dilayangkan mantan ART-nya.