Deretan Konglomerat Ikut Lawatan Bareng Presiden Prabowo ke Prancis
Presiden Prabowo melakukan lawatan diplomatik ke Prancis pada beberapa hari terakhir. Dalam kesempatan ini, ia didampingi oleh sejumlah konglomerat senior Indonesia. Mereka termasuk Hary Tanoesoedibjo, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir.
Lawatan ini merupakan langkah untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Perancis di tengah ketidakpastian global dan konflik dunia. Presiden Prabowo juga berkesempatan untuk menghadiri pertemuan di Istana Élysée bersama Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan ini bertujuan mendiskusikan berbagai masalah global, termasuk perang di Ukraina dan isu Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memanfaatkan peluang untuk mengunjungi fasilitas Rafale milik Perancis. Rafale merupakan pesawat tempur yang dipilih oleh Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) untuk menjadi salah satu senjata utama mereka. Presiden Prabowo berkesempatan melihat langsung teknologi canggih dari perusahaan asal Perancis ini.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron juga membahas tentang isu-isu strategis lainnya, seperti konflik global dan ketidakpastian dunia. Mereka berdua memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Perancis di masa depan.
Presiden Prabowo juga sempat menyinggung topik bahasa perancis di hadapan publik, dengan menyindir apakah pemerintah harus meneruskan pengajaran bahasa perancis di sekolah atau tidak. "Nanti ke Afrika kita harus ajarkan bahasa Afrika?" tanya Presiden Prabowo dalam kesempatan itu.
Dengan demikian, lawatan diplomatik Presiden Prabowo ke Prancis dapat disebut sebagai sukses dalam memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara. Lawatan ini membuktikan bahwa Indonesia dan Perancis memiliki komitmen yang sama untuk menghadapi tantangan global bersama-sama.