BMKG Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa Filipina
teknologi

BMKG Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa Filipina

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami di seluruh daerah yang terdampak gempa 7,7 skala Richter di Filipina. Peringatan tersebut dicabut setelah memantau kondisi terkini dan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.

Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada Senin pagi, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB di Filipina. BMKG melaporkan bahwa gempa bumi ini memiliki lokasi episenter berada di laut dengan koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Data BMKG menunjukkan bahwa tsunami terjadi di sembilan wilayah RI, dengan ketinggian maksimal mencapai 0,75 meter.

BMKG melalui Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 10:15:51 WIB. Faisal mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, menyatakan bahwa masyarakat yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri ke kawasan dataran tinggi akibat gempa bumi tersebut, kini dapat kembali ke rumah masing-masing. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik, tetapi tidak signifikan dan tidak berdampak pada pemukiman warga.

Tahir mengatakan bahwa BPBD bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara setelah menerima informasi potensi tsunami akibat gempa tersebut. Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa kenaikan muka air laut tidak signifikan dan dapat diantisipasi oleh masyarakat.