Beda Soft Parenting dan Gentle Parenting, Apa yang Harus Diketahui Orang Tua?
ekonomi

Beda Soft Parenting dan Gentle Parenting, Apa yang Harus Diketahui Orang Tua?

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pendekatan pengasuhan dengan empati semakin populer di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental anak. Namun, muncul kebingungan antara dua istilah yang sekilas terdengar serupa: soft parenting dan gentle parenting. Soft parenting sering dianggap sebagai versi lain dari gentle parenting, padahal keduanya bisa menghasilkan pola asuh yang sangat berbeda.

Soft parenting merupakan orang tua yang berusaha memahami dan memvalidasi perasaan anak dalam hampir semua situasi, bahkan ketika anak menunjukkan perilaku yang kurang tepat. Pilihan ini cenderung menghindari konflik dan jarang mengatakan "tidak", lebih memilih mengikuti keinginan anak agar suasana tetap tenang. Namun, pendekatan ini berisiko membuat anak kesulitan memahami batasan. Tanpa struktur yang jelas, anak bisa tumbuh tanpa kemampuan regulasi diri yang kuat.

Sementara itu, gentle parenting tetap mengedepankan empati, tetapi diimbangi dengan batasan yang jelas dan konsisten. Orang tua tetap menghargai perasaan anak, namun tidak mengorbankan aturan yang sudah ditetapkan. Gentle parenting berfokus pada mengenali perasaan anak sekaligus membimbing mereka ke arah yang benar dengan cara yang lembut dan tegas. Pendekatan ini menekankan disiplin yang tidak menerapkan hukuman, tetapi pembelajaran. Anak diajak memahami konsekuensi dari perilakunya dan dilatih untuk mengelola emosi dengan cara yang sehat.

Perbedaan paling mencolok antara soft parenting dan gentle parenting terletak pada batasan. Soft parenting cenderung mengutamakan perasaan anak hingga mengorbankan aturan, sedangkan gentle parenting berusaha menyeimbangkan empati dengan konsistensi dalam mendidik. Dengan memahami perbedaan antara dua konsep ini, orang tua dapat membuat keputusan pengasuhan anak yang tepat dan memberikan rasa aman bagi anak.