Wilmar Buka Suara soal Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO
Wilmar International Limited merespons dugaan manipulasi nilai ekspor CPO dengan menyatakan belum mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi Wilmar sebagai salah satu dari 10 perusahaan yang diduga melakukan praktik under-invoicing.
Wilmar International Limited buka suara merespons dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit atau CPO yang menyeret perusahaan pada Jumat, 29 Mei 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi Wilmar sebagai satu dari 10 perusahaan yang diduga memanipulasi nilai ekspor CPO. Dugaan tersebut mencakup praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam perdagangan sawit. Wilmar menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah terkait penyelidikan tersebut.
Manajemen Wilmar menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura atau SGX pada Kamis, 28 Mei. Wilmar juga berjanji akan memperbarui informasi kepada pasar begitu menerima pemberitahuan resmi soal penyelidikan. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi di tengah sorotan publik.
Purbaya mengungkap nama Wilmar dan Musim Mas saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Mei. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tidak menduga Kemenkeu bisa mengambil data dari negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat. Purbaya menyebut pihaknya yang pertama kali menyelidiki data tersebut sebelum melibatkan BPKP dan Kejaksaan Agung. Modus yang digunakan adalah penjualan ke trading company di Singapura dengan dokumen yang seolah-olah transaksi hanya sampai di sana.
Purbaya menekankan bahwa data dari negara tujuan akhir menjadi kunci pengungkapan dugaan manipulasi. Wilmar berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan memberikan klarifikasi lebih lanjut. Kerja sama dengan otoritas diharapkan dapat menyelesaikan kekhawatiran terkait praktik ekspor sawit tersebut.