WC Duduk vs Jongkok, Mana Lebih Sehat untuk BAB?
Pilihan antara WC duduk dan jongkok kerap dikaitkan dengan kenyamanan dan kesehatan pencernaan. Ada yang merasa posisi jongkok lebih alami untuk BAB, sedangkan toilet duduk dianggap lebih praktis dan aman bagi sebagian orang. Namun, jawabannya tidak hanya soal jenis toiletnya, tetapi juga posisi tubuh saat menggunakannya.
Pada dasarnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa posisi jongkok memiliki keunggulan dari sisi mekanisme tubuh. Menurut sebuah studi oleh Niloofar Rahgoshay dkk. di BMC Public Health (2025), posisi jongkok dapat membantu membuka sudut anorektal, sehingga jalur keluarnya feses menjadi lebih lurus. Dengan demikian, proses BAB bisa lebih mudah, lebih cepat, dan membutuhkan tekanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan posisi duduk.
Selain itu, perubahan dari posisi duduk ke jongkok dapat membantu proses pengosongan usus menjadi lebih tuntas. Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa bukti jangka panjang masih terbatas dan belum sepenuhnya konsisten.
Namun, tidak berarti toilet duduk tidak sehat. Dalam praktiknya, WC duduk tetap bisa digunakan dengan cara yang lebih ramah tubuh. Salah satunya dengan menambahkan bangku kecil untuk pijakan kaki. Posisi duduk dengan lutut lebih tinggi dari pinggul yang mendekati posisi jongkok juga dapat membantu proses BAB menjadi lebih lancar.
Dalam konteks ini, toilet duduk justru menjadi pilihan yang lebih aman dan realistis. Perbandingan WC duduk dan jongkok tidak hanya soal jenis toiletnya, tetapi juga kemampuan individu untuk menggunakan posisi tersebut dengan nyaman dan aman.