Waspada Hujan Lebat di Berbagai Wilayah, Simak Daftar Lengkapnya!
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia. Pada Rabu (3/6), BMKG memperingatkan bahwa sejumlah daerah akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, meskipun musim kemarau sudah dimulai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah menganalisis kondisi iklim global terkini dan menemukan bahwa kondisi El Niño di Samudra Pasifik. Hal ini berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun, BMKG juga menyebutkan bahwa dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara dan timur. Oleh karena itu, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat di beberapa daerah.
Berikut adalah daftar lengkap wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat hari ini:
* Sumatra Barat
* Jawa Barat
* Kalimantan Timur
* Maluku
BMKG juga memperingatkan bahwa potensi angin kencang akan terjadi di Aceh. Namun, tidak ada potensi hujan sangat lebat atau hujan dengan intensitas ekstrem di wilayah Indonesia pada hari ini.
Analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik. Hal tersebut terlihat dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,67 dan nilai SOI sebesar -14,7. BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa) sehingga kurang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia. Namun, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di wilayah Sumatra bagian utara, pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat masih diprediksi aktif dan berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra bagian utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan bagian utara.
Di sisi lain, sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik utara Papua, serta di sekitar sistem sirkulasi tersebut.
Sederet aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.