Trump Maki Jurnalis Saat Diwawancara, Kembali Tunjukkan Karakter Meledak-Ledaknya
politik

Trump Maki Jurnalis Saat Diwawancara, Kembali Tunjukkan Karakter Meledak-Ledaknya

CNN Indonesia1 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan sifat meledek-ledakkannya dengan memaki jurnalis saat diwawancara. Insiden ini terjadi saat dia melakukan wawancara dengan Kristen Walker pada Minggu (7/6) dalam program "Meet the Press" NBC.

Trump memulai wawancaranya dengan mengatakan bahwa pemilu 2020 AS telah dimanipulasi. Namun, ketika jurnalis Kristen Walker meminta bukti untuk mendukung klaim tersebut, Trump tidak memberikan jawaban yang jelas dan hanya mengatakan bahwa dia sudah melihatnya.

Ketika Walker menempelkan kenyataan bahwa itu bukanlah bukti, Trump kemudian mengecam jaringan televisi NBC, CBS, dan ABC. Dia juga menghina Kristen Walker dengan mengatakan bahwa dia atau media yang dipilihnya adalah curang. Trump bahkan pergi sejauh ini untuk mengatakan bahwa ia tidak ingin melanjutkan wawancara tersebut lagi.

Sikap semacam itu bukanlah kali pertama ditunjukkan oleh Trump kepada jurnalis perempuan yang sedang melakukan pekerjaannya. Pada November 2025, dia meminta jurnalis Bloomberg Catherine Lucey untuk berhenti bicara dan menyebutnya babi. Sebulan kemudian, Trump juga menyebut jurnalis ABC Rachel Scott sebagai reporter paling menyebalkan.

Kemunculan sifat meledek-ledak Trump ini telah menimbulkan banyak perdebatan di kalangan masyarakat tentang bagaimana harus dihadapi oleh para jurnalis. Banyak yang mengatakan bahwa hal ini adalah bentuk intimidasi dan penghinaan terhadap profesi jurnalisme.

Dengan demikian, insiden ini menunjukkan bahwa Trump tetap menunjukkan sifat meledek-ledakkannya meskipun telah berpindah ke jabatan baru sebagai presiden.