Trump Ancam Bombardir Oman, Iran Lantas Bereaksi
politik

Trump Ancam Bombardir Oman, Iran Lantas Bereaksi

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Perdana Menteri Iran Juru Bicara Menteri Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan ancaman itu merupakan tindakan "berbahaya" yang melanggar prinsip dasar hukum internasional. Ia menyebut Oman sebagai negara yang telah berperan aktif sebagai mediator dalam perdamaian dan keamanan regional, serta telah menggunakan upaya mulianya dalam melayani perdamaian dan stabilitas regional sebagai mediator.

Ia kemudian mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "retorika mengancam dari pejabat Amerika terhadap Iran dan beberapa negara regional lainnya". Baghaei juga mengutuk keras serangan AS di fasilitas militer Pelabuhan Bandar Abbas Iran dan menyebut mereka melakukan "aksi agresif melawan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.

Serangan itu dinilainya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap piagam PBB dan gencatan senjata 8 April. Baghaei kemudian menekankan hak hukum Iran untuk mempertahankan integritas teritorialnya berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Trump sebelumnya melontarkan ancaman meledakkan Oman jika bekerja sama dengan Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Ia mengatakan, "Tidak ada yang akan mengendalikannya. Ini perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja." Sejauh ini, Oman dikenal sebagai negara yang netral belum menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz.

AS dan Oman adalah sekutu dekat yang telah terjalin lebih dari 200 tahun.