Trump Akui Maki-maki Netanyahu di Telepon: Saya Agak Kesal Dengannya
Percakapan Tegang di Telepon
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat percakapan tegang dalam sambungan telepon pada Senin (1/6). Informasi ini disampaikan oleh Trump sendiri dalam wawancara yang dipublikasikan di New York Post pada Rabu (3/6).
Trump mengaku kesal dengan tindakan Netanyahu yang terus berperang dengan Lebanon. Ia menyatakan perlu menghentikan konflik itu dan mengutip kata-katanya kepada Netanyahu: "Saya agak kesal dengan tindakannya yang terus berperang dengan Lebanon. Saya bilang, 'Bibi, kita harus menghentikan ini.'"
Namun, Trump kemudian menegaskan dirinya memiliki "hubungan yang sangat baik" dengan Netanyahu dan menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan baik. Ia juga mengatakan bahwa ia sangat menyukai Bibi.
Percakapan Tegang Akibat Ancaman Israel
Percakapan tegang antara Trump dan Netanyahu disebabkan oleh ancaman Israel untuk membombardir ibu kota Lebanon. Ancaman itu datang ketika AS dan Iran masih terus berupaya berunding menyepakati penghentian perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Netanyahu kemudian berkoar-koar akan menggempur Lebanon, namun Trump kesal dengan langkah sekutunya itu. Ia khawatir bahwa langkah Netanyahu akan merusak pembicaraan dengan Teheran. Sebab, Iran dilaporkan sempat menghentikan pembicaraan damai akibat serangan Israel terhadap Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keseluruhan wawancaranya, Trump menegaskan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Netanyahu dan mereka bekerja sama dengan baik. Namun, percakapan tegang antara keduanya masih menimbulkan spekulasi dan perdebatan di kalangan masyarakat internasional.