Toyota Bikin Paten Transmisi Manual Buat Mobil Listrik, Bisa "Mogok" Mirip Asli
teknologi

Toyota Bikin Paten Transmisi Manual Buat Mobil Listrik, Bisa "Mogok" Mirip Asli

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Toyota telah mematenkan sistem transmisi manual tiruan untuk mobil listrik, lengkap dengan pedal kopling dan tuas persneling. Sistem ini dirancang agar dapat membuat mobil "mogok" seperti mobil bermesin bensin ketika pengemudi salah menginjak kopling atau memilih gigi yang salah.

Sistem transmisi manual tiruan ini merupakan hasil karya Toyota yang telah dikembangkan selama beberapa tahun. Prototipenya telah pernah dijajal pada Lexus UX300e pada 2022. Sistem ini dirancang untuk memberikan pengemudi pengalaman mengemudi mobil manual, tetapi dengan menggunakan teknologi listrik.

Salah satu fitur unik dari sistem transmisi manual tiruan ini adalah kemampuannya untuk membuat mobil "mogok" seperti mobil bermesin bensin. Ketika pengemudi salah menginjak kopling atau memilih gigi yang salah, maka motor listrik akan tiba-tiba memutus seluruh torsi dan mengaktifkan rem, sehingga muncul hentakan persis mobil bensin yang mesinnya mati.

Sistem ini juga dilengkapi dengan komponen virtual yang meniru cara kerja kopling, ditambah penghitung yang menentukan gigi dan putaran mesin (rpm) seandainya mobil itu memakai mesin bensin. Lengkap pula dengan suara mesin sintetis.

Mengutip penjelasan Carscoops, sistem ini juga bisa menilai tingkat kemahiran orang di balik kemudi, lalu menyesuaikan bantuannya. Pengemudi pemula otomatis mendapat fitur penahan di tanjakan (hill-hold), sementara yang dianggap mahir dibiarkan mengandalkan kemampuan sendiri buat mengatasi tanjakan.

Terdapat beberapa pertanyaan terkait penerapan sistem transmisi manual tiruan ini. Insinyur Lexus Yasuyuki Terada mengatakan bahwa sejumlah negara belum punya aturan yang jelas terkait penerapannya. Di Inggris dan Jepang, misalnya, pemegang SIM transmisi otomatis tidak boleh mengemudikan mobil manual.

Pengembangan sistem transmisi manual tiruan ini memungkinkan biaya produksi yang lebih rendah karena semuanya berbasis perangkat lunak. Namun, perlu dicatat bahwa pengajuan paten tidak menjamin teknologi tersebut bakal benar-benar dipakai di mobil produksi.