Tiga Orang Saksi Dicari dalam Kasus Keluarga Tewas di Temanggung
kesehatan

Tiga Orang Saksi Dicari dalam Kasus Keluarga Tewas di Temanggung

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Polres Temanggung, Jawa Tengah, menyelidiki kematian empat orang satu keluarga di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung. Dua dugaan penyebab kematian korban adalah keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal tim dokter forensik menunjukkan dua dugaan penyebab kematian korban.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dua dugaan penyebab kematian korban. Sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran," kata Komang pada Jumat (29/5). Keempat korban adalah warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Autopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari. Dari empat korban, hanya satu jenazah berinisial AEH yang dilakukan autopsi menyeluruh atas persetujuan keluarga. "Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet," ujarnya.

Hasil autopsi lengkap masih menunggu pemeriksaan dari bidang kedokteran dan kesehatan serta direktorat laboratorium forensik Polda Jawa Tengah yang diperkirakan memerlukan waktu dua hingga lima hari. Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan forensik.

Barang bukti tersebut meliputi lima unit telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket. Polisi juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga digunakan untuk kegiatan memasak di lokasi kejadian.

"Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala," kata Komang. Ia menjelaskan kompor gas portabel ditemukan di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Selain itu, kondisi pintu tenda serta ventilasi di sisi kiri dan kanan ditemukan dalam keadaan tertutup rapat.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata tersebut untuk mendalami kasus itu.