Tes Darah Sederhana Bisa Deteksi Risiko Alzheimer Dini?
Sebuah penelitian terbaru pada April 2026 menemukan bahwa alzheimer dapat dideteksi dini melalui tes darah sederhana. Penelitian ini dilakukan oleh Tianshe He dan timnya dari NYU Langone Health, yang mempublikasikan hasilnya dalam jurnal Alzheimer's & Dementia pada April 2026.
Selama ini, diagnosis Alzheimer umumnya dilakukan setelah seseorang mulai menunjukkan gejala penurunan kognitif, seperti mudah lupa, bingung, atau kesulitan mengambil keputusan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko Alzheimer mungkin dapat dikenali lebih dini melalui tes darah rutin dengan mengecek neutrofil menggunakan NLR.
NLR merupakan perbandingan antara jumlah neutrofil dan limfosit, dua jenis sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Neutrofil sendiri adalah salah satu jenis sel darah putih yang menjadi garis pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi.
Penelitian ini menemukan bahwa makin tinggi nilai NLR, maka risiko Alzheimer menjadi lebih besar. Orang dengan nilai NLR lebih tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami Alzheimer atau demensia lain, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Penelitian ini dilakukan oleh Tianshe He dan timnya dari NYU Langone Health, yang melibatkan hampir 400.000 pasien. Data yang dianalisis mencakup hampir 285.000 pasien yang dirawat di empat rumah sakit NYU Langone, New York AS, serta sekitar 85.000 pasien dari Veterans Health Administration AS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NLR dapat digunakan sebagai alat prediktif untuk mendeteksi risiko Alzheimer sebelum gejala muncul. Hal ini berarti bahwa tes darah sederhana dapat menjadi cara efektif untuk mendeteksi risiko Alzheimer dini dan membantu pencegahan penyakit tersebut.
Dalam kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa tes darah sederhana dapat mendeteksi risiko Alzheimer sebelum gejala muncul. Hal ini berarti bahwa orang yang memiliki nilai NLR lebih tinggi harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi risiko Alzheimer dan demensia terkait.