Ternyata Diet Intermittent Ubah Kerja Otak, Ini Buktinya
kesehatan

Ternyata Diet Intermittent Ubah Kerja Otak, Ini Buktinya

CNN Indonesia13 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Diet intermittent atau intermittent energy restriction (IER) telah menjadi populer sebagai strategi untuk menurunkan berat badan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet ini dapat memberikan efek yang lebih luas pada tubuh. Ternyata, diet intermittent tidak hanya efektif dalam menurunkan berat badan, tetapi juga dapat mengubah kinerja otak dan hubungan antara bakteri usus dan aktivitas otak.

Penelitian ini melibatkan 25 orang dewasa dengan obesitas di China. Mereka berusia rata-rata 27 tahun dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 28-45. Tim peneliti mengecek dan menganalisis sampel tinja, darah, serta aktivitas otak menggunakan teknik functional magnetic resonance imaging (fMRI). Hasilnya menunjukkan bahwa diet intermittent dapat mengubah kerja otak dan hubungan antara bakteri usus dan aktivitas otak.

Pada fase puasa terkontrol tinggi selama 32 hari, peserta mengonsumsi makanan yang telah dirancang ahli gizi. Asupan kalori secara bertahap dikurangi hingga sekitar seperempat dari kebutuhan energi dasar. Setelah itu, peserta menjalani puasa terkontrol rendah selama 30 hari dengan asupan kalori hanya 500-600 kcal per hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan peserta turun rata-rata 7,6 kg atau sekitar 7,8 persen dari berat badan awal. Selain itu, terjadi perbaikan metabolisme mulai dari penurunan glukosa, kolesterol total, dan tekanan darah. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa diet intermittent juga dapat mengubah kerja otak dan hubungan antara bakteri usus dan aktivitas otak.

Peneliti menemukan bahwa diet IER dapat mengubah poros otak-usus-mikrobioma manusia. Perubahan ini menjelaskan kenapa diet tidak hanya memengaruhi ukuran tubuh, tetapi juga keinginan makan, pengendalian diri, dan dorongan makan.

Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa diet intermittent dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengubah kinerja otak dan meningkatkan kesadaran hidup.