Terkuak, Stok Rudal Iran Masih Banyak di Wilayah Ini
Penilaian rahasia yang diungkap secara tertutup oleh intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Iran masih memiliki banyak stok rudal dan peluncur rudal yang disimpan di sepanjang Selat Hormuz. Menurut orang-orang yang mengetahui penilaian intelijen tersebut, Iran saat ini bisa menggunakan mobile launcher yang berada di dalam situs-situs tersebut untuk memindahkan rudal ke lokasi lain. Dalam beberapa kasus, Teheran bahkan bisa meluncurkan rudal langsung dari landasan peluncuran yang merupakan bagian dari fasilitas tersebut.
Penilaian intelijen ini cukup mengkhawatirkan para pejabat AS karena mengancam kapal perang dan tanker minyak AS yang lalu lalang di jalur air tersebut. Pasalnya, Iran terbukti masih memiliki sekitar 70 persen mobile launcher yang tersebar di seluruh negara itu. Iran juga masih mengamankan sekitar 70 persen persediaan rudal pra-perangnya. Stok-stok rudal ini meliputi rudal balistik, yang bisa menargetkan negara lain di kawasan, serta sejumlah kecil rudal jelajah, yang bisa digunakan terhadap target jarak pendek di darat atau laut.
Badan intelijen militer juga menyatakan berdasarkan informasi dari berbagai sumber pengumpulan data termasuk citra satelit, Iran telah mendapatkan kembali akses ke sekitar 90 persen fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanahnya di seluruh negeri. Sebagian atau seluruh fasilitas ini dinilai telah beroperasi, demikian menurut orang-orang yang mengetahui informasi intelijen tersebut.
Dengan demikian, temuan ini melemahkan klaim Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth selama ini bahwa militer Iran sudah "dihancurkan" dan "tidak lagi" menjadi ancaman. Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales telah merespons temuan ini dengan menegaskan kembali pernyataan Trump bahwa militer Iran sudah sepenuhnya dihancurkan, namun hal ini justru menunjukkan bahwa pemerintahan Trump juga meremehkan ketahanan serta kemampuan Iran untuk bangkit kembali.