Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun di RUPST 2025
ekonomi

Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun di RUPST 2025

CNN Indonesia1 jam lalu👁 4 views

Ekonomi

Corporate Action

Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp21,9 Triliun di RUPST 2025

Telkom |

CNN Indonesia

Selasa, 09 Jun 2026 09:48 WIB

Bagikan:

url telah tercopy

(Foto: dok Telkom)

Jakarta, CNN Indonesia

--

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin (8/6) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan pada tahun 2025. Sementara, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Dividen akan diberikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni mendatang.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (

buyback

), serta perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat struktur kepemimpinan dan mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan bahwa dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan telah mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana program buyback saham Perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun. Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap atau sekaligus, dan diselesaikan dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, juga sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar.

RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris guna memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom seperti berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman

Komisaris Independen: Anthony Leong

Komisaris Independen: Ira Noviarti

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris: Ossy Dermawan

Jajaran Direksi

Direktur Utama: Dian Siswarini

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra Direktur Network : Nanang Hendarno

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba

Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Pertegas Komitmen Akselerasi Transformasi

Sepanjang tahun 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom memperlihatkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama. Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.

Upaya Perseroan dalam merealisasikan transformasi menghasilkan pencapaian kinerja pada 2025, yang antara lain ditunjukkan dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun, dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun.

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.

Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group telah diselesaikan pada awal Juni ini.

Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga, serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Sementara dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo-OpCo dengan pelaporan berbasis segmen unt