Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dolar AS Jumat Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.036 per dolar AS pada perdagangan Jumat (5/6) sore. Mata uang Garuda menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, Peso Filipina menguat 0,21 persen, serta dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Namun, sebagian mata uang Asia lainnya bergerak sebaliknya. Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,49 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,51 persen, dan yen Jepang turun 0,05 persen.
Sementara itu, mata uang utama negara maju cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,20 persen, poundsterling Inggris menguat 0,15 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,05 persen. Di sisi lain, dolar Kanada menguat 0,16 persen, sedangkan franc Swiss menguat 0,23 persen.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang mendorong pelemahan dolar AS. Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang kembali memanas.
"Ketidakpastian tetap tinggi setelah muncul laporan serangan rudal Iran ke Kuwait dan Bahrain serta operasi militer AS di sekitar Selat Hormuz," kata Ibrahim.
Dari dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yang kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen pada 2026, turun dari 4,8 persen dalam laporan sebelumnya.
OECD menilai kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global akan membebani konsumsi rumah tangga serta investasi, seiring pelemahan pasar tenaga kerja domestik.