Prajurit Pasukan PBB UNIFIL Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon
teknologi

Prajurit Pasukan PBB UNIFIL Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon

CNN Indonesiaβ€’5 Juni 2026β€’πŸ‘ 1 viewsπŸ€– AI Rewritten

Seorang prajurit pasukan penjaga perdamaian asal Serbia meninggal dunia akibat serangan mortir di Lebanon pada Kamis (4/6) pagi. Menurut laporan dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Sersan Milovan Jovanivić tewas saat sedang berjaga di posnya di dekat Marjayoun.

Dua personel UNIFIL lainnya juga terluka dalam serangan tersebut dan kini dirawat di fasilitas medis UNIFIL. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras pembunuhan ini dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada semua orang yang mengenal dan bekerja dengan mendiang.

Guterres juga menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban. Pihak kepolisian sedang menggelar penyelidikan untuk memastikan keadaan pasti yang mengakibatkan insiden tragis ini.

Insiden ini terjadi saat militer Israel dan kelompok milisi Hizbullah intens terlibat baku tembak di Lebanon selatan. UNIFIL menegaskan bahwa serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Serangan ini juga terjadi beberapa jam sebelum Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata pada Rabu (3/6). Namun, kesepakatan ini ditentang para pemimpin sayap militer Hizbullah. Guterres telah mendesak semua pihak menghormati perjanjian tersebut dan mematuhi hukum internasional.