Prabowo Bertemu Macron di Paris Bahas Palestina, Iran Tembak Kapal di Hormuz
Presiden Prabowo Subianto mendorong solusi dua negara bagi Palestina dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Kamis (28/5). Iran melepaskan tembakan ke empat kapal di Selat Hormuz setelah diserang Amerika Serikat dan mulai memulihkan akses internet setelah 88 hari pemadaman.
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5) waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara serta pentingnya stabilitas kawasan Timur Tengah bagi kondisi energi dunia. Prabowo menekankan bahwa tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa keadilan bagi rakyat Palestina. Ia juga menyatakan bahwa Prancis menjadi negara kunci dalam mendorong dukungan Eropa terhadap kemerdekaan Palestina.
Prabowo menyampaikan pidato tersebut menjelang pertemuannya dengan Macron dan menyebut pandangannya sejalan dengan Prancis terkait konflik di Jalur Gaza. Stabilitas kawasan Timur Tengah dinilai sangat penting karena dampaknya terhadap pasokan energi global. Prabowo juga menyinggung rencana pengajaran bahasa Prancis di Indonesia sebagai bagian dari kerja sama bilateral.
Sementara itu, akses internet di Iran mulai pulih sebagian setelah mengalami pemadaman nasional selama 88 hari. Sebagian warga menyambut baik pemulihan tersebut, namun banyak pula yang merespons dengan skeptisisme dan sindiran di media sosial. Pemerintah Iran melalui Kementerian Komunikasi menyatakan pemulihan ini terjadi atas perintah Presiden Masoud Pezeshkian. NetBlocks mencatat langkah tersebut berpotensi menandai akhir pemadaman internet terlama dalam sejarah modern.
Di sisi lain, militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah empat kapal di Selat Hormuz tak lama setelah mendapat serangan dari militer Amerika Serikat pada Kamis (28/5). Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut. Belanda juga disebut sedang bersiap mengirim kapal penyapu ranjau sebagai bagian dari misi NATO di Selat Hormuz.