Potongan Sadis Film Dracula Ditemukan Kembali Setelah 70 Tahun
Potongan adegan film Horror of Dracula atau Dracula yang tayang pada 1958 ditemukan kembali setelah puluhan tahun dianggap hilang. Rekaman adegan itu sebelumnya dipotong karena dianggap terlalu sadis dan menyeramkan. Sekitar tiga menit rekaman yang belum pernah ditayangkan di Amerika Serikat itu ditemukan di gudang Warner Brothers beberapa dekade setelah dihapus dari film tersebut.
Adegan-adegan dari film Dracula yang diperankan oleh Christopher Lee itu dipotong karena dianggap terlalu berdarah dan mengandung unsur seksual untuk penonton saat itu, bahkan penonton di Jepang dilaporkan sampai pingsan ketika melihat versi penuh warnanya. Potongan adegan tersebut kini telah direstorasi dalam format 4K dan akan tayang di bioskop menjelang Halloween tahun ini.
CEO Hammer Films, John Gore, mengatakan bahwa pemulihan rekaman 4K itu adalah bagian dari sejarah film Inggris yang sebelumnya diyakini hilang selamanya. "Menghadirkan kembali Dracula dalam 4K jauh melampaui sekadar pekerjaan restorasi film," kata Gore. Rekaman 4K tersebut mencakup cuplikan adegan taring Dracula yang meneteskan darah setelah menggigit korban, adegan bernuansa seksual saat vampir mendekati seorang perempuan sebelum menggigitnya, serta beberapa momen mengganggu dari adegan kematian Dracula yang penuh darah.
Dalam film Dracula (1958), Christopher Lee mendefinisikan ulang citra dan reputasi vampir melalui perannya sebagai Count Dracula. Ia memperkenalkan taring khas dan mata merah yang sesuai dengan karakter fisiknya yang intens. Sementara Peter Cushing memberikan salah satu penampilan paling ikonik sebagai pemburu vampir cerdas dan tak kenal takut, Profesor Abraham Van Helsing.
Kendati demikian, belum ada informasi lebih lanjut terkait jadwal resmi penayangan film Dracula tersebut. Film Dracula (1958) tayang di Inggris dengan judul Dracula, dan tayang di Amerika Serikat dengan judul Horror of Dracula.