Penyebab Batu Ginjal: Apa yang Harus Anda Ketahui?
Batu ginjal merupakan salah satu penyakit saluran kemih yang cukup dikenal masyarakat. Penyebab batu ginjal tidak hanya karena kurang minum air putih, melainkan ada beberapa faktor lain yang perlu diwaspadai. Faktor genetik, kebiasaan makanan, dan lainnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
Batu ginjal merupakan salah satu penyakit saluran kemih yang cukup dikenal masyarakat. Penyebab batu ginjal sering dikaitkan dengan kebiasaan kurang minum air putih. Padahal, faktor pemicunya tak hanya itu. Beberapa gejala umum yang sering dirasakan penderita batu ginjal, antara lain nyeri pada punggung bagian bawah, nyeri perut, area pinggang, mual, hingga rasa sakit saat buang air kecil.
Pada kondisi tertentu, batu ginjal juga bisa menyebabkan urine berdarah dan tubuh terasa tidak nyaman saat beraktivitas. Lantas, apa penyebab batu ginjal? Apakah benar hanya karena kurang minum air putih?
Mengutip laman Mayo Clinic, urine mengandung mineral, asam, dan zat lain seperti kalsium, natrium, oksalat, dan asam urat. Bila jumlah partikel zat-zat tersebut terlalu banyak, sedangkan cairan dalam urine terlalu sedikit, partikel tersebut dapat saling menempel hingga membentuk kristal atau batu.
Batu ginjal sendiri tak bisa terbentuk begitu saja, sebab batu ini terbentuk secara perlahan selama berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Sederhananya, batu ginjal muncul ketika zat sisa di dalam urine mengendap dan mengeras. Kondisi tersebut kemudian membentuk batu kecil yang bisa menimbulkan rasa nyeri saat bergerak di saluran kemih.
Adapun menurut laman UC Davis Health, berikut beberapa penyebab batu ginjal yang perlu diwaspadai. Pertama, faktor genetik atau keturunan dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi serupa. Jika anggota keluarga memiliki riwayat batu ginjal, maka risiko mengalami kondisi serupa juga bisa meningkat.
Meski demikian, faktor keturunan bukan berarti batu ginjal tidak bisa dicegah. Pola hidup sehat tetap dapat membantu menurunkan risikonya. Kedua, kurang cairan atau kebiasaan minum air putih yang tidak cukup juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat sehingga mineral dan zat sisa di dalamnya lebih mudah mengendap dan membentuk batu.
Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk membantu ginjal membuang zat-zat sisa melalui urine. Ketiga, konsumsi makanan tinggi garam atau natrium juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Oleh karena itu, perlu diwaspadai beberapa faktor tersebut agar Anda tidak terkena penyakit ini.