Penarikan UNIFIL: Sekjen PBB Mendesak Pasukan PBB untuk Mengisi Kosong Keamanan di Lebanon
Pada Agustus tahun lalu, Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk mengakhiri mandat pasukan UNIFIL akhir tahun ini. Sekjen Guterres kemudian diminta untuk mengajukan opsi terkait mandat itu paling lambat pada 1 Juni. Dalam laporan yang dikirim ke komite tersebut, Sekjen PBB ini mengajukan tiga pilihan mencakup pengerahan pasukan PBB 2.000 hingga 5.500 personel guna memantau gencatan senjata Israel dan milisi di Lebanon, Hizbullah.
"Dari semua opsi yang diajukan, kehadiran personel PBB berseragam yang bekerja untuk memfasilitasi de-eskalasi, dialog, penghubungan dan koordinasi, serta dukungan untuk Angkatan Bersenjata Lebanon, akan diperlukan menuju tujuan utama solusi jangka panjang untuk konflik tersebut," demikian bunyi laporan itu.
Pemerintah Lebanon juga mendukung kehadiran pasukan PBB setelah mandat UNIFIL habis. Duta Besar Lebanon untuk PBB Ahmad Arofa menyatakan bahwa perkembangan terkini hanya meningkatkan kebutuhan mendesak Lebanon akan bantuan PBB dan komunitas internasional yang berkelanjutan.
Beberapa anggota Dewan Keamanan juga mendukung penggantian UNIFIL, terutama China dan Rusia. Mereka menyatakan bahwa mandat UNIFIL akan segera berakhir dan harus diganti dengan kehadiran PBB yang berkelanjutan di Lebanon untuk mencegah kekosongan keamanan.
Saat ini, UNIFIL punya sekitar 7.500 pasukan penjaga perdamaian dari hampir 50 negara. Mereka ditempatkan di Lebanon selatan, dekat Blue Line. Sejak dikerahkan pada 1978, pasukan UNIFIL menjadi penyangga Lebanon, meski kehadiran mereka tak mencegah konflik berulang terjadi.
Kekhawatiran penarikan UNIFIL muncul saat Israel terus membombardir Lebanon dan upaya negosiasi damai dengan pihak-pihak terkait. Sekjen Guterres mengajukan tiga pilihan untuk mengganti mandat pasukan UNIFIL yang akan habis akhir tahun ini, yaitu pengerahan pasukan PBB 2.000 hingga 5.500 personel guna memantau gencatan senjata Israel dan milisi di Lebanon, Hizbullah.
Dalam laporan yang dikirim ke komite tersebut, Sekjen PBB ini menyatakan bahwa kehadiran pasukan PBB diperlukan untuk memfasilitasi de-eskalasi dan dialog di Lebanon. Sekjen Guterres juga menyatakan bahwa mandat UNIFIL akan segera berakhir dan harus diganti dengan kehadiran PBB yang berkelanjutan di Lebanon untuk mencegah kekosongan keamanan.
Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menyatakan bahwa "karena mandat UNIFIL akan segera berakhir, Dewan Keamanan harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk memastikan kehadiran PBB yang berkelanjutan di Lebanon, dan untuk mencegah kekosongan keamanan".
Kekhawatiran penarikan UNIFIL juga dipicu oleh keadaan konflik di Lebanon yang masih belum menentu. Upaya negosiasi damai antara Israel dan pihak-pihak terkait masih terus berlanjut, tetapi belum ada hasil yang signifikan.
Sekjen Guterres mengajukan tiga pilihan untuk mengganti mandat pasukan UNIFIL yang akan habis akhir tahun ini. Pengerahan pasukan PBB 2.000 hingga 5.500 personel guna memantau gencatan senjata Israel dan milisi di Lebanon, Hizbullah, adalah salah satu opsi yang diajukannya.
Dalam laporan yang dikirim ke komite tersebut, Sekjen PBB ini menyatakan bahwa kehadiran pasukan PBB diperlukan untuk memfasilitasi de-eskalasi dan dialog di Lebanon. Sekjen Guterres juga menyatakan bahwa mandat UNIFIL akan segera berakhir dan harus diganti dengan kehadiran PBB yang berkelanjutan di Lebanon untuk mencegah kekosongan keamanan.
Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menyatakan bahwa "karena mandat UNIFIL akan segera berakhir, Dewan Keamanan harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk memastikan kehadiran PBB yang berkelanjutan di Lebanon, dan untuk mencegah kekosongan keamanan".
Kekhawatiran penarikan UNIFIL juga dipicu oleh keadaan konflik di Lebanon yang masih belum menentu. Upaya negosiasi damai antara Israel dan pihak-pihak terkait masih terus berlanjut, tetapi belum ada hasil yang signifikan.
Sekjen Guterres mengajukan tiga pilihan untuk mengganti mandat pasukan UNIFIL yang akan habis akhir tahun ini. Pengerahan pasukan PBB 2.000 hingga 5.500 personel guna memantau gencatan senjata Israel dan milisi di Lebanon, Hizbullah, adalah salah satu opsi yang diajukannya.
Dalam laporan yang dikirim ke komite tersebut, Sekjen PBB ini menyatakan bahwa kehadiran pasukan PBB diperlukan untuk memfasilitasi de-eskalasi dan dialog di Lebanon. Sekjen Guterres juga menyatakan bahwa mandat UNIFIL akan se