Pedagang Tempe dan Sayur di Pasar Tradisional Merasakan Dampak Anjloknya Rupiah
ekonomi

Pedagang Tempe dan Sayur di Pasar Tradisional Merasakan Dampak Anjloknya Rupiah

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Bulan ini, beberapa pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional mengeluhkan penurunan omzetnya. Menurut mereka, pelemahan nilai tukar rupiah yang telah mencapai Rp18 ribu per dolar AS telah mempengaruhi aktivitas belanja masyarakat.

Joni (47), pedagang tempe di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan omzet usahanya menurun dalam sebulan terakhir. Ia memperkirakan penurunan pendapatannya mencapai 35 persen dibanding kondisi normal.

"Kalau untuk bulan ini emang berkurang sih," kata Joni kepada CNNIndonesia.com, Minggu (7/6). "Berapa persen ya? Berkurangnya (omzet) itu 35 persen lah. Berkurangnya," ujarnya.

Menurut Joni, penurunan tersebut lebih dipengaruhi berkurangnya aktivitas belanja pelanggan dibanding faktor lainnya. Ia menilai kondisi pasar masih fluktuatif seperti biasanya.

"Kadang-kadang langganan juga enggak masuk," katanya. Di lapaknya, tempe ukuran besar dijual Rp8.000 per balok atau Rp15 ribu untuk dua balok. Sementara ukuran yang lebih kecil dibanderol Rp6.000.

Namun, harga tersebut masih tergolong normal dan belum mengalami perubahan signifikan. Joni menjelaskan bahwa harga jual tempe biasanya ikut menyesuaikan apabila harga kedelai sebagai bahan baku mengalami kenaikan.

"Kalau (harga) kedelainya naik, otomatis (harga tempe kami) juga naik seperti kayak gitu," ujarnya. Joni juga menyebut permintaan tempe umumnya dipengaruhi kondisi cuaca. Saat hujan atau udara dingin, penjualan cenderung meningkat karena lebih banyak masyarakat membeli gorengan.

Siti Ayu, pedagang sayur di kawasan Serdang, Kemayoran, juga mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat. Ia menyebut omzet hariannya turun dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp3,5 juta, setara penurunan sekitar 12,5 persen.

Menurut Siti, kondisi itu terjadi karena sebagian pelanggan mulai mengurangi jumlah belanja mereka. "Pendapatannya agak berkurang karena pembeli belanja juga dikurang-kurangin," ujarnya.