OJK Pastikan Tak Ada Penarikan Dana Massal di Bank Buntut Rupiah Jatuh
ekonomi

OJK Pastikan Tak Ada Penarikan Dana Massal di Bank Buntut Rupiah Jatuh

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Kondisi sistem perbankan nasional saat ini masih stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda penarikan dana besar-besaran atau money rush. Hal ini dikatakan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers RDKB Mei 2026, Jumat (5/6). Menurut Dian, bank rush pada umumnya terjadi karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan publik menjadi hal yang penting dilakukan oleh industri perbankan.

"Bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan," tutur Dian. "Sehingga upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat itu harus senantiasa dilakukan oleh management bank antara lain dengan menjaga kinerja bank tetap baik, implementasi prudential banking atau prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bank serta melaksanakan manajemen risiko secara aktif dalam setiap lini bisnisnya," lanjut Dian.

Pernyataan OJK muncul di tengah ramainya perhatian publik terhadap pelemahan rupiah. Aktivitas penukaran valuta asing di beberapa gerai money changer di Jakarta terlihat meningkat setelah nilai tukar rupiah menyentuh level Rp18 ribuan per dolar AS pada beberapa hari terakhir. Dian mengakui bahwa secara teori pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

"Kami juga menyadari bahwa secara teoritis pelemahan nilai rupiah berdampak pada naiknya harga-harga barang impor atau import inflations, menurunkan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang dan membebani fiskal antara lain karena subsidi pemerintah masih cukup besar," katanya. Menurut dia, sektor yang berpotensi terdampak antara lain bahan bakar minyak (BBM), listrik, pupuk, bahan baku impor, hingga barang modal.