Menara Komunikasi Iran di Dekat Hormuz Hancur Dirudal AS
teknologi

Menara Komunikasi Iran di Dekat Hormuz Hancur Dirudal AS

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran semakin intensif. Pada Selasa (9/6), Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) meluncurkan serangan terhadap sistem pertahanan udara, stasiun pengendalian, dan situs radar pengawasan Iran di dekat Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, serangan tersebut dimulai pukul 5 sore waktu setempat dan merupakan "respons" proporsional terhadap agresi Iran.

Serangan ini tidak hanya menargetkan menara komunikasi Iran, tetapi juga melibatkan sistem pertahanan udara dan stasiun pengendalian. Menurut pernyataan CENTCOM, serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer Iran di daerah tersebut.

Iran sendiri telah merespons serangan AS dengan menyerang beberapa kota di Bahrain. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut AS sebagai negara penghasut perang yang telah menyerang beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm. IRGC juga mengatakan bahwa mereka telah merusak tiang telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu.

Perang panas antara Iran dan AS semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz. Meskipun demikian, Trump juga mengatakan bahwa dua awak helikopter itu selamat.

Dalam beberapa waktu terakhir, militer AS telah menggunakan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, dan pesawat tempur F/A-18 dan F-25 untuk menentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Iran sendiri telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper tak berawak, sementara beberapa jet tempur AS juga hilang akibat tembakan musuh sejak perang pada 28 Februari lalu.