Media Asing Ramai-ramai Soroti Kepala BGN Dadan Dicopot Prabowo
Internasional
Asean
Media Asing Ramai-ramai Soroti Kepala BGN Dadan Dicopot Prabowo
CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 12:34 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Media asing soroti Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana putra)
Jakarta, CNN Indonesia
--
Media asing ramai-ramai menyoroti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
D
adan Hindayana
dicopot Presiden Indonesia Prabowo Subianto dari jabatannya.
Sejumlah media di
Malaysia
seperti
New Straits Times
,
The Star
,
Free Malaysia Today
dan media dari Inggris
BBC
ikut menyorot tajam pencopotan Dadan dari Kepala BGN, pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lihat Juga :
Nego Panas, Iran-AS Kembali Saling Serang sampai Kuwait Jadi Target
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Malaysia
New Straits Times
(
NST
) memberitakan pencopotan itu dengan judul lugas: "
Prabowo removes head of free meals agency over governance concerns."
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memecat kepala Badan Gizi Nasional yang mengelola program unggulannya, yaitu pemberian makanan bergizi gratis di sekolah senilai US$20 miliar, kata seorang pejabat, dengan alasan masalah tata kelola dan kualitas makanan," demikian laporan dari
NST
.
"Keputusan untuk memecat Dadan Hindayana diambil setelah evaluasi kinerja badan tersebut, kata Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan pada Selasa malam."
NST
kemudian menggarisbawahi kekhawatiran investor tentang dampak pengeluaran Prabowo terhadap anggaran negara untuk proyek-proyek kesejahteraan besar, termasuk program makan siang gratis.
"Pemerintah berencana menghabiskan 268 triliun rupiah (US$15 miliar) untuk program tersebut tahun ini, lebih rendah dari alokasi awal sebesar 335 triliun rupiah," lanjut
NST
.
Media Malaysia lainnya,
The Star,
juga memberitakan pencopotan Dadan oleh Prabowo. Sejumlah masalah pelaksanaan Makan Bergisi Gratis (MBG) juga tak luput dari sorotan
The Star.
"Skema miliaran dolar yang sangat digembar-gemborkan itu adalah kebijakan unggulan kampanye pemilihan Prabowo tahun 2024," tulis
The Star.
Lihat Juga :
Menlu AS Rubio Beber Kondisi Terbaru Mojtaba: Mulai Aktif Pimpin Iran
"Pemerintah mengatakan telah menyediakan makanan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret, tetapi puluhan ribu orang jatuh sakit sejak program tersebut diluncurkan pada Januari tahun lalu."
Free Malaysia Today
juga menyoroti pemecatan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.
Media Malaysia itu menyebutkan alasan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atas pencopotan Dadan.
"Dia (Prasetyo) mengatakan bahwa lembaga tersebut telah gagal menerapkan tata kelola dan kontrol kebersihan yang semestinya sesuai dengan persyaratan program," tulis Free Malaysia Today.
Kantor berita Kerajaan Inggris
BBC
pun ikut menyoroti isu pemecatan Dadan dari Kepala BGN.
"Pemecatan Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi, terjadi seminggu setelah lembaga pengawas korupsi Indonesia mengajukan pengaduan yang menuduh terdapat inkonsistensi dalam penganggaran di berbagai dapur," tulis
BBC
.
"Prabowo sendiri telah dikritik atas program tersebut, terutama karena biayanya yang besar di saat Indonesia sedang bergulat dengan surplus perdagangan yang menyusut dan mata uang yang lemah."
Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6), setelah pencopotan jabatan Dadan.
Lihat Juga :
Menkeu AS Bessent Klaim Sita Kripto Iran Rp17,8 T: Teheran Kolaps
Pantauan
CNNIndonesia.com
di lokasi, sejumlah karyawan BGN terlihat menunggu di luar area kantor saat jam kerja berlangsung.
Para pegawai yang telah tiba di lokasi diminta turun dan menunggu di luar gedung sambil menantikan arahan lebih lanjut.
Diduga penggeledahan di kantor BGN terkait tata kelola BGN di era Kepemimpinan Dadan Hindayana.
Menurut sumber
CNNIndonesia.com
, Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat ini dikabarkan telah berada di gedung Kejaksaan Agung.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]
Bagikan:
url telah tercopy