Komisi DPR RI Apresiasi Kenaikan Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora
Komisi X DPR RI menyoroti keberhasilan transformasi birokrasi sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) yang dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Kemenpora, Selasa (2/6).
Transformasi birokrasi sebagai perbaikan internal ini mewujudkan komitmen Kemenpora untuk melakukan perbaikan pelayanan bidang kepemudaan dan olahraga kepada masyarakat. Hasilnya, nilai Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora meningkat dari 80 menjadi 82,38.
Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Demokrat, Sabam Sinaga, menyambut positif capaian tersebut.
"Kami apresiasi tindakan yang dikerjakan pak menteri berkaitan simplikasi aturan. Aturan yang dibuat jangan menjadi kekosongan hukum, jangan merugikan pelaku olahraga dan para pemuda dan jangan sampai menimbulkan interpretasi beragam," kata Sabam.
Dalam pemaparannya, Menpora Erick menyampaikan bahwa transformasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong deregulasi besar-besaran. Dari awal total 191 Permenpora, kini hanya tersisa 4 Permenpora yang mengatur pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, olahraga prestasi dan industri olahraga.
Adapun jumlah pasal Permenpora yang semula mencapai 1.500 pasal, telah berkurang sampai 60 persen hingga tersisa 600 pasal. Erick menyebut, transformasi birokrasi merupakan fondasi dan kunci utama.
Ia menambahkan, kini tak ada lagi aturan berbelit-belit dan rumit yang kerap menghambat kontribusi para stakeholder untuk memajukan kepemudaan dan prestasi olahraga nasional.
"Alhamdulillah upaya Kemenpora untuk menghadirkan aturan yang efektif dan efisien melalui deregulasi Permenpora membuahkan hasil positif. Ditambah juga dengan transformasi kultur internal, sehingga Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora meningkat," ujar Menpora.
Upaya mengubah kultur internal itu antara lain dilakukan melalui program peningkatan kompetensi pegawai, penyederhanaan standard operating procedure (SOP) di kalangan Kemenpora, sistem penghargaan berbasis kinerja, dan digitalisasi untuk mewujudkan kinerja yang efektif dan efisien.
Erick menjelaskan, peningkatan nilai Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Pemuda dan Olahraga ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kemenpora dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, transparan, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan transformasi birokrasi. Ke depan, Kemenpora akan terus meningkatkan kualitas di seluruh lini agar mampu mencapai nilai yang lebih optimal hingga masuk kategori memuaskan atau kategori A, dengan target nilai 85-90," pungkas Menpora.