Kolombia: Presiden Petro Mengecam Trump Mendukung Calon Capres dengan Rekam Jejak Kelam
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengecam Presiden AS, Donald Trump, karena mendukung calon capres Kolombia dengan rekam jejak kelam. Menurut Petro, calon capres tersebut merupakan bagian dari sindikat "bandar narkoba" di negara itu. Hal ini dikatakan oleh Petro dalam sebuah wawancara eksklusif dengan AFP.
Petro menanggapi dukungan penuh Trump terhadap pengacara kontroversial, Abelardo de La Espriella, dibandingkan dengan senator sayap kiri dalam pemilihan presiden putaran kedua Kolombia pada 21 Juni. "Sekutu mereka (AS) di Kolombia berasal dari rezim paramiliter narkoba; mereka adalah pelaku genosida dan pengedar narkoba," kata Petro.
De La Espriella adalah seorang pengacara pembela kriminal dan pengusaha Kolombia terkemuka yang memposisikan dirinya sebagai tokoh sayap kanan garis keras yang berbeda dari arus utama. Ia telah membangun dunia bisnis yang mencakup merek makanan dan pakaian bernama De La Espriella Style, produsen anggur dan rum bernama Dominio De La Espriella, serta perusahaan konstruksi dan real estat.
Petro juga menunjukkan kekecewaannya terhadap dukungan Trump kepada calon capres tersebut. "Mendukung orang-orang seperti itu adalah sebuah kesalahan besar," kata Petro. Ia menambahkan bahwa pemilihan presiden Kolombia memasuki putaran kedua bulan depan setelah tak ada satu pun calon capres yang meraih 50 persen lebih di tahap pertama.
Dalam putaran kedua, dua calon capres akan bertarung lagi. De La Espriella yang meraih 43 persen suara akan bersaing dengan Ivan Cepeda yang meraih 40 persen suara di putaran pertama. Cepeda merupakan kandidat presiden dari partai sayap kiri Pacto Historico yang didukung Presiden Pietro saat ini.