Ketua PSI Sebut Jokowi Negarawan demi Jaga Stabilitas Politik
Bestari Barus merespons pernyataan Guntur Romli yang meragukan peran Jokowi bagi PSI. Ia klaim Jokowi tak dukung terbuka demi stabilitas politik nasional.
Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons pernyataan politikus PDIP Guntur Romli yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo tak mampu membantu PSI saat masih menjabat presiden, apalagi setelah tidak menjabat lagi. Pernyataan tersebut disampaikan Bestari pada Kamis 28 Mei 2026 di Jakarta. Respons ini muncul setelah Guntur Romli menilai rencana penetapan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI tidak akan berpengaruh karena partai tersebut gagal masuk parlemen saat Jokowi masih berkuasa.
Bestari menegaskan saat masih menjabat, Jokowi memang tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungan ke PSI meski partai itu dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Ia mengklaim hal itu membuktikan Jokowi seorang negarawan demi menjaga stabilitas politik nasional. Karena tidak pernah menyatakan dukungan secara tegas ke PSI pada Pemilu 2024 lalu, coattail effect atau efek ekor jas saat masih menjabat presiden justru mengalir ke PDIP sebagai partai lama Jokowi.
Bestari mengatakan saat ini situasi sudah berubah dan Jokowi berulang kali menyampaikan akan turun membantu PSI. Ia pun meyakini dukungan terbuka Jokowi akan berdampak terhadap elektabilitas PSI ke depan. Menurutnya para pemilih kini mulai sadar bahwa Jokowi saat ini sudah identik dengan PSI saat tak lagi menjadi presiden.
Sebelumnya Guntur Romli meyakini posisi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI tak akan berpengaruh karena saat menjadi Presiden Jokowi tak mampu meloloskan PSI ke Parlemen. Selain Jokowi, anak dan menantunya yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution pun pernah bernaung di bawah bendera PDIP. Hubungan Jokowi beserta keluarga dengan PDIP merenggang setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang membuat Gibran bisa menjadi cawapres pada Pilpres 2024.