Kenali Refleks Moro pada Bayi Baru Lahir dan Cara Menanganinya
kesehatan

Kenali Refleks Moro pada Bayi Baru Lahir dan Cara Menanganinya

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Refleks Moro merupakan respons alami bayi baru lahir yang menandakan sistem saraf berfungsi baik. Refleks ini muncul sejak usia kehamilan 25 minggu dan biasanya hilang sepenuhnya pada usia enam bulan.

Refleks Moro menjadi perhatian banyak orang tua di Jakarta ketika bayi mereka tiba-tiba terkejut seperti mau jatuh pada Jumat, 29 Mei 2026. Apa yang terjadi adalah respons otomatis bayi baru lahir yang menunjukkan sistem sarafnya berkembang normal. Siapa saja bisa menyaksikan gerakan ini, terutama saat bayi diletakkan telentang. Kapan refleks ini muncul yaitu sejak lahir, di mana saja termasuk rumah orang tua, dan mengapa terjadi karena bayi merasa seperti jatuh atau kaget mendadak.

Refleks ini pertama kali dideskripsikan oleh dokter anak asal Jerman Ernst Moro pada 1918. Bayi akan meregangkan tangan, menegangkan jari-jari dan ibu jari, menengadahkan kepala ke belakang, serta menangis saat refleks muncul. Gerakan tersebut juga membantu bayi mengambil napas pertama saat lahir. Pemeriksaan refleks Moro bahkan menjadi bagian standar penilaian kesehatan bayi setelah lahir.

Refleks Moro sudah muncul sejak usia kehamilan 25 minggu dan terlihat penuh pada usia 30 minggu kehamilan. Pada bayi yang sudah lahir, refleks ini mulai menghilang sekitar usia 12 minggu dan biasanya hilang sepenuhnya saat bayi berusia 6 bulan. Jika refleks tetap ada atau terjadi berlebihan, hal itu bisa menjadi tanda gangguan perkembangan saraf yang perlu diperhatikan.

Bagi orang tua, melihat refleks Moro pertama kali memang bisa menimbulkan kekhawatiran. Namun reaksi ini adalah proses alami yang menandakan sistem saraf bayi bekerja dengan baik. Tidak ada tindakan khusus yang perlu dilakukan selain memastikan bayi merasa aman dan nyaman. Memahami refleks ini membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat tanpa panik berlebihan.