KAI Targetkan Tambah Rel Kereta Api Hingga 60 Ribu Km pada 2045
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan untuk menambah jaringan rel kereta api aktif hingga 60 ribu kilometer pada 2045 mendatang. Ilustrasi tersebut merupakan bagian dari roadmap transformasi perusahaan menjadi operator berstandar dunia, atau world class operator.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan target tersebut sebagai salah satu tahapan dalam menjadikan KAI sebagai operator kereta api berstandar dunia. "Kami telah mencanangkan roadmap KAI itu menjadi world class operator," ujarnya di rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (3/6). Menurut Bobby, world class operator diartikan sebagai standar operasional yang ditetapkan oleh Persatuan Kereta Api Internasional atau Union Internationale des Chemins de fer.
Bobby menjelaskan bahwa saat ini panjang rel kereta api aktif di Indonesia masih sekitar 6.700 kilometer. Pada tahun 2030, KAI menargetkan meningkatkan panjang rel aktif menjadi lebih dari 7.000 kilometer. Target tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang diperkirakan akan mencapai Rp66 triliun pada tahun 2030.
Pengembangan peta jalan perusahaan dibagi menjadi lima tahapan utama, salah satunya adalah achieve world class standard in core capabilities. Menurut Bobby, tahap ini merupakan titik balik atau inflection point dalam transformasi KAI menjadi operator berstandar dunia. "Stage berikutnya adalah achieve world class standard in core capabilities," ungkapnya.
Bobby juga mengungkapkan bahwa kinerja KAI tumbuh semakin kuat dalam mendukung konektivitas masyarakat. Pada tahun 2025, KAI berhasil mengangkut 493 juta penumpang, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebanyak 452 juta penumpang.