Jaga Kualitas ASI, Ini Lima Tips yang Perlu Diketahui Ibu Menyusui!
Kualitas ASI tidak ditentukan oleh warna, tetapi nutrisinya. Ibu menyusui perlu menjaga asupan makan bergizi seimbang, tidak terlalu stres, menyusui atau pumping secara rutin, cukup istirahat dan minum, serta tidak terpaku pada warna ASI.
Selasa, 02 Juni 2026 - CNN Indonesia
Tak Perlu Fokus Pada Warna, Ini Lima Tips Jaga Kualitas ASI
Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menegaskan bahwa warna bukan penentu utama kualitas ASI. "Yang dicari bukan warna kuningnya, tetapi nutrisinya," kata Naomi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Lihat Juga : ASI Kuning Bukan Berarti Lebih Bagus, Ini Penjelasan Dokter
Naomi menjelaskan bahwa warna ASI memang dapat berubah secara alami. Salah satu penyebabnya adalah kandungan beta karoten dari makanan tertentu, seperti wortel atau labu, yang bisa membuat ASI tampak lebih kekuningan. Meski begitu, warna kuning bukan satu-satunya tanda ASI berkualitas.
Menurut Naomi, ASI yang tampak putih atau lebih encer tetap memiliki fungsi penting sesuai fase menyusui dan kebutuhan bayi. Oleh karena itu, ibu menyusui lebih disarankan fokus menjaga kualitas nutrisi, kondisi tubuh, dan pola menyusui dibanding mengejar warna tertentu.
Pilihan Redaksi
Kebanyakan Minum Air Putih Juga Ada Efeknya, Kenali 9 Ciri-cirinya
Benarkah Suntik Vitamin K Berbahaya untuk Bayi? Ini Penjelasan IDAI
Kafe 'Menangis Tengah Malam' Jadi Tempat Aman Para Ibu di Jepang
Lalu, apa saja yang sebenarnya perlu dilakukan ibu menyusui untuk membantu menjaga kualitas dan produksi ASI? Berikut ini beberapa tips penting:
1. Menjaga asupan makan bergizi seimbang
Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 330-400 kilokalori per hari untuk mendukung produksi ASI. Asupan protein, lemak sehat, sayur, buah, vitamin, mineral, hingga cairan yang cukup penting untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. Naomi juga menyarankan ibu menyusui mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk protein hewani, sayur, kacang-kacangan, dan cukup cairan agar produksi ASI tetap optimal.
2. Tidak terlalu stres
Selain makanan, kondisi mental ibu juga berpengaruh pada produksi ASI. Naomi menjelaskan bahwa stres dapat menekan hormon prolaktin yang berperan dalam pembentukan ASI. "Kalau stres, hormon stres menekan hormon prolaktin. Jadi hormon ASI-nya ketekan," kata Naomi. Hal serupa juga dijelaskan UT Southwestern Medical Center, bahwa stres sebagai salah satu faktor terbesar yang dapat menurunkan produksi ASI, terutama pada minggu-minggu awal setelah melahirkan.
3. Menyusui atau pumping secara rutin
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, beberapa ibu mungkin membutuhkan bantuan untuk meningkatkan produksi ASI atau mengatasi masalah lainnya terkait menyusui.
4. Cukup istirahat dan minum
Kurang tidur, kelelahan, dan kecemasan dapat memengaruhi suplai ASI. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu cukup istirahat dan minum untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan produksi ASI.
5. Tidak terpaku pada warna ASI
Warna ASI dapat berubah secara alami dan bukanlah penentu utama kualitas ASI. Ibu menyusui tidak perlu fokus mengejar warna tertentu, tetapi lebih harus menjaga kualitas nutrisi, kondisi tubuh, dan pola menyusui.