Harga Mobil Ditahan Tak Naik Saat Rupiah Anjlok, Sampai Kapan?
Sejumlah produsen mobil mengatakan belum bakal menaikkan harga jual imbas rupiah melemah, tapi kuat sampai kapan? Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga menembus level Rp18 ribu. Kondisi ini berpeluang memberi tekanan terhadap industri otomotif nasional, termasuk memicu kenaikan harga kendaraan baru.
Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Business Unit Chery Indonesia, mengatakan perusahaan belum akan menaikkan harga jual kendaraan meski kurs dolar terus menguat. "Kami masih memantau pergerakan dari kondisi perekonomian saat ini, sampai saat ini kami belum melakukan penyesuaian harga," kata Budi saat dihubungi, Kamis (4/6).
Senada, Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, menyampaikan pihaknya masih mengamati dampak pelemahan rupiah terhadap bisnis mereka. "Kami terus memantau pergerakannya secara saksama sekaligus mengevaluasi dampaknya," ujar Donny.
Strategi utama yang dilakukan oleh Suzuki adalah dengan memaksimalkan penggunaan komponen lokal pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. "Strategi utama kami adalah terus mengoptimalkan penggunaan komponen lokal yang ada guna membantu menjaga kestabilan harga," kata dia.
Selain itu, perusahaan menegaskan fokus mereka saat ini menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan di tengah ketidakpastian ekonomi. "Fokus kami saat ini adalah terus menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, yang menjadi strategi kunci untuk mempertahankan kepercayaan konsumen," lanjut Donny.
Sementara itu, Anton Jimmy, CEO perusahaan jaringan deler terbesar Toyota, Auto2000, mengakui kondisi nilai tukar menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku industri. Namun keputusan penyesuaian harga kendaraan tetap mempertimbangkan waktu dan kemampuan pasar untuk menerimanya.